PURWA WACANA

Om Swastiastu,

Desa Pakraman Pedungan memiliki pengurus yang telah di pilih pada Sabtu, 26 Maret 2011. Dengan susunan pengurus sebagai berikut: Bendesa : Drs. I Nyoman Sumantra; Penyarikan: I Nyoman Subaga ; Patengen: I Gusti Putu Loka; ; Patajuh Parhyangan : I Nyoman Jiwa Pande, S.Sos; Patajuh Pawongan : I Made Badra; Patajuh Palemahan : Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg; Kasinoman: I Made Suardana, SE

Om Santhi, santhi, santhi Om

24 Juni 2009

Membangun Pagar Tembok Setra Pedungan

Salah satu program dari Prajuru pendahulu adalah Membangun Pagar Tembok Setra Pedungan. Proposal pendanaan program ini telah disetujui serta dana telah dicairkan dalam bentuk dana tunai (bantuan Pemprov Bali). Untuk melanjutkan pelaksanaan program ini maka di bentuk Panitia Pelaksana Pembangunan Tembok Setra Pedungan Desa Pakraman Pedungan.
Pada hari Jumat, 13 Januari 2006 diadakan rapat Panitia untuk menentukan tukang yang akan mengerjakan pekerjaan itu. Namun karena sesuatu hal rapat ini batal diadakan, dan baru dilaksanakan pada hari Sabtu 21 Januari 2006. Tukang yang ditetapkan sesuai persyaratan yang ditentukan Panitia adalah Bapak ......
Pada hari Minggu, 5 Februari 2006 dilaksanakan Peletakan Batu Pertama (NASARIN) oleh panitia serta dihadiri oleh prajuru desa baik dinas maupun adat.

Penutupan Pasraman Tahun 2006

Merupakan akhir kegiatan pasraman di tahun 2006, di adakan acara penutupan yang ditutup

oleh Bapak Camat Denpasar Selatan IB. Alit Wiradana . Pada saat penutupan ini, diadakan beberapa penampilan hasil-hasil daripada siswa peserta sebagai wujud kemampuan penyerapan selama diberikan pelatihan di pesraman, seperti :
Penampilan Makidung; peragaan/pameran hasil karya siswa pria untuk uparengganya, hasil karya siswa putri dalam bentuk membuat beberapa jenis jejahitan yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari (canang, daksina dll)


Selain itu diadakan pula penyerahan sertifikat oleh Bapak Camat kepada siswa-siswa peserta Pasraman sebagai tanda berakhirnya proses pembelajaran selama pasraman berlangsung.





Saat-saat pemberian sertifikat oleh Bapak Camat Denpasar Selatan IB. Alit Wiradana kepada siswa putra peserta Pasraman Desa Pakraman Pedungan

Kegiatan Pasraman tahun 2006

Aktivitas Pesraman di desa Pakraman Pedungan mengacu pada Buku pedoman pelaksanaan Pasraman yang telah diterbitkan oleh Pemprov Bali. Pelaksanaan pertemuan di laksanakan 24 kali pertemuan yang mencakup beberapa mata pelajaran, seperti: Budi pekerti, Berceritra (masatwa), praktek Yoga, Ketrampilan (live skill) majejahitan bagi siswa perempuan - ketrampilan uparengga bagi siswa pria, Pelajaran Matembang/Makidung. Dalam setiap pertemuan yang di adakan pada hari minggu di Wantilan Pura Dalem Pakerisan ini, senantiasa pasraman ini diawali terlebih dahulu dengan berdoa, dengan puja Tri Sandhya yang dipimpin oleh salah satu peserta pasraman secara bergilir.

Pawintenan Pasraman tahun 2006

Salah satu program pemerintah dalam rangka -AJEG BALI- terutama mempersiapkan generasi penerus yang mampu melanjutkan tradisi luhur yang telah diakui dunia (go internasional) maka di laksanakan Kegiatan Pasraman serentak di seluruh Bali melalui peranan desa pakramannya. Untuk itu Desa Pakraman Pedungan juga mengemban tugas mulia ini dengan mengawali kegiatan pasraman pada Sabtu Juni 17, 2006, dengan melakukan PAWINTENAN yang pelaksanaannya di adakan di Pura Dalem Pakerisan pada sore hari serta diikuti oleh 50 siswa SD kelas 5 di lingkungan Desa Pakraman Pedungan. Pawintenan ini di puput upacaranya oleh Jro Mangku Gede Pura Dalem Pakerisan

Kegiatan ini disaksikan oleh Prajuru (pengurus) desa Pakraman Pedungan, serta oleh para Instruktur atau guru yang akan memberikan pelajaran kepada siswa peserta Pasraman ini.



Upacara Pawintenan pasraman bermakna memberi bekal spirit bagi para siswa, sehingga siswa dapat mengikuti acara demi acara dengan tekun

LPD Penyangga Utama Perekonomian ''Krama''


DARI sejumlah aset yang dimiliki Desa Pakraman Pedungan, keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) memegang peranan sentral dalam menyangga perekonomian krama Pedungan. Melalui pinjaman lembaga perkreditan ini, krama Pedungan bisa merencanakan masa depannya dengan jalan merintis usaha ekonomi produktif.

"Kredit yang kami kucurkan memang diprioritaskan untuk mendukung usaha krama asli Pedungan," kata Ketua LPD Pedungan I Made Suardana, S.E. kepada Bali Post, Kamis (3/4) lalu.

Menurut Suardana, LPD Pedungan termasuk LPD yang cukup sehat. Tahun 2007 lalu, keuntungan LPD ini mencapai Rp 1 milyar. Tercatat 20 persen dari keuntungan itu disisihkan untuk mendanai kegiatan pembangunan di wilayah Desa Pakraman Pedungan. Sedangkan 5 persen keuntungan lagi dipergunakan untuk dana sosial.

"Secara aktif, kami mendistribusikan kredit untuk mendukung usaha produktif yang dilakukan oleh krama Pedungan. Di luar itu, kami juga mampu menyisihkan dana untuk mendukung kegiatan pembangunan di Pedungan,'' katanya sambil menambahkan, sebagian besar keuntungan LPD itu dikelola kembali untuk memperkuat permodalan LPD.

Berbekal kontribusi yang disisihkan dari keuntungan LPD, katanya, Desa Pakraman Pedungan bisa membebaskan krama dari kewajiban membayar urunan untuk perawatan dan perbaikan kahyangan tiga maupun pembangunan fasilitas lainnya. Ini berarti, keberadaan LPD terbukti mampu meringankan beban yang harus dipikul krama. "Manfaat LPD itu sudah dirasakan oleh krama di sini. Selain meringankan beban mereka terkait kewajiban merawat dan memperbaiki parahyangan, krama juga cukup terbantu dalam hal modal usaha," katanya lagi.

Pernyataan Suardana dibenarkan oleh Petajuh Parahyangan Desa Pakraman Pedungan I Nyoman Jiwa Pande. Sampai saat ini, biaya aci piodalan di kahyangan tiga sepenuhnya diambilkan dari kas desa pakraman yang notabene bersumber dari keuntungan LPD. "Keberadaan LPD ini sangat mendukung pembiayaan upacara ritual di Pedungan," katanya.

Menurut Jiwa Pande, Desa Pakraman Pedungan memiliki kahyangan tiga yang komplet, yakni Pura Desa/Bale Agung yang di-empon 14 banjar pakraman, Pura Puseh (13 banjar pakraman) dan Pura Dalem (4 banjar pakraman). Khusus untuk Pura Dalem dan Pura Puseh, memang tidak di-empon seluruh banjar pakraman karena di wawengkon banjar pakraman mereka sudah didirikan pura sejenis. Di luar kahyangan tiga itu, Desa Pakraman Pedungan juga punya kewajiban ngempon sejumlah pura besar lainnya seperti Pura Sarin Peken, Pura Merajapati, Pura Taman, Pura Telaga Waja dan Pura Saren Agung. "Sampai saat ini, biaya aci piodalan di Pura-pura itu memang diambilkan dari kas desa pakraman yang bersumber dari keuntungan LPD," ujarnya. (ian)

Balipost, Senin Kliwon, 7 April 2008

Kasinoman Desa

Kasinoman : I Made Suardana, SE
Berbekal ijazah sarjana ekonomi, pria satu ini merintis sektor usaha ekonomi desa yakni LPD (Lembaga Perkreditan Desa) Pedungan, sejak awal berdiri dengan dana awal kecil hingga sekarang sudah mampu menghasilkan keuntungan/laba 1 miliar rupian lebih pada tahun 2008. Lembaga yang dibangunnya dan sekaligus sebagai Ketua LPD ini, menyebabkan laju pembangunan Desa Pakraman Pedungan menjadi maju seperti sekarang. Namun sekalipun betapa berat tugasnya itu, pria ini sempat juga ikut berkontribusi dalam tugas-tugas adat yakni sebagai juru kasinoman, yang bertugas menyebar luaskan informasi kegiatan desa adat ke masyarakat. Tentunya ia dibantu oleh staffnya di LPD yang berjumlah lebih dari 25 karyawan.

Patajuh Pawongan

Patajuh Bidang Pawongan: I Ketut Puje Astawa, S.Ag
Menata krama desa Pakraman Pedungan adalah tugas pria berkulit hitam ini, dengan berbekal pengetahuan keagamaan yang diperolehnya di Universitas Hindu Indonesia ini mampu ikut larut dalam kesibukan krama. Selain bertugas di Desa Pakraman, pria ini juga adalah staff andalan di KUD (Koperasi Unit Desa) Pedungan, siang bergerak di ekonomi kerakyatan, sorenya juga sibuk membantu istri tercintanya mengelola home-industri (membuat kembang rampai untuk persiapan yadnya)