24 Juni 2009
Membangun Pagar Tembok Setra Pedungan
Pada hari Jumat, 13 Januari 2006 diadakan rapat Panitia untuk menentukan tukang yang akan mengerjakan pekerjaan itu. Namun karena sesuatu hal rapat ini batal diadakan, dan baru dilaksanakan pada hari Sabtu 21 Januari 2006. Tukang yang ditetapkan sesuai persyaratan yang ditentukan Panitia adalah Bapak ......
Pada hari Minggu, 5 Februari 2006 dilaksanakan Peletakan Batu Pertama (NASARIN) oleh panitia serta dihadiri oleh prajuru desa baik dinas maupun adat.
Penutupan Pasraman Tahun 2006
Penampilan Makidung; peragaan/pameran hasil karya siswa pria untuk
Saat-saat pemberian sertifikat oleh Bapak Camat Denpasar Selatan IB. Alit Wiradana kepada siswa putra peserta Pasraman Desa Pakraman Pedungan
Kegiatan Pasraman tahun 2006
Pawintenan Pasraman tahun 2006
Upacara Pawintenan pasraman bermakna memberi bekal spirit bagi para siswa, sehingga siswa dapat mengikuti acara demi acara dengan tekun
LPD Penyangga Utama Perekonomian ''Krama''

DARI sejumlah aset yang dimiliki Desa Pakraman Pedungan, keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) memegang peranan sentral dalam menyangga perekonomian krama Pedungan. Melalui pinjaman lembaga perkreditan ini, krama Pedungan bisa merencanakan masa depannya dengan jalan merintis usaha ekonomi produktif.
"Kredit yang kami kucurkan memang diprioritaskan untuk mendukung usaha krama asli Pedungan," kata Ketua LPD Pedungan I Made Suardana, S.E. kepada Bali Post, Kamis (3/4) lalu.
Menurut Suardana, LPD Pedungan termasuk LPD yang cukup sehat. Tahun 2007 lalu, keuntungan LPD ini mencapai Rp 1 milyar. Tercatat 20 persen dari keuntungan itu disisihkan untuk mendanai kegiatan pembangunan di wilayah Desa Pakraman Pedungan. Sedangkan 5 persen keuntungan lagi dipergunakan untuk dana sosial.
"Secara aktif, kami mendistribusikan kredit untuk mendukung usaha produktif yang dilakukan oleh krama Pedungan. Di luar itu, kami juga mampu menyisihkan dana untuk mendukung kegiatan pembangunan di Pedungan,'' katanya sambil menambahkan, sebagian besar keuntungan LPD itu dikelola kembali untuk memperkuat permodalan LPD.
Berbekal kontribusi yang disisihkan dari keuntungan LPD, katanya, Desa Pakraman Pedungan bisa membebaskan krama dari kewajiban membayar urunan untuk perawatan dan perbaikan kahyangan tiga maupun pembangunan fasilitas lainnya. Ini berarti, keberadaan LPD terbukti mampu meringankan beban yang harus dipikul krama. "Manfaat LPD itu sudah dirasakan oleh krama di sini. Selain meringankan beban mereka terkait kewajiban merawat dan memperbaiki parahyangan, krama juga cukup terbantu dalam hal modal usaha," katanya lagi.
Pernyataan Suardana dibenarkan oleh Petajuh Parahyangan Desa Pakraman Pedungan I Nyoman Jiwa Pande. Sampai saat ini, biaya aci piodalan di kahyangan tiga sepenuhnya diambilkan dari kas desa pakraman yang notabene bersumber dari keuntungan LPD. "Keberadaan LPD ini sangat mendukung pembiayaan upacara ritual di Pedungan," katanya.
Menurut Jiwa Pande, Desa Pakraman Pedungan memiliki kahyangan tiga yang komplet, yakni Pura Desa/Bale Agung yang di-empon 14 banjar pakraman, Pura Puseh (13 banjar pakraman) dan Pura Dalem (4 banjar pakraman). Khusus untuk Pura Dalem dan Pura Puseh, memang tidak di-empon seluruh banjar pakraman karena di wawengkon banjar pakraman mereka sudah didirikan pura sejenis. Di luar kahyangan tiga itu, Desa Pakraman Pedungan juga punya kewajiban ngempon sejumlah pura besar lainnya seperti Pura Sarin Peken, Pura Merajapati, Pura Taman, Pura Telaga Waja dan Pura Saren Agung. "Sampai saat ini, biaya aci piodalan di Pura-pura itu memang diambilkan dari kas desa pakraman yang bersumber dari keuntungan LPD," ujarnya. (ian)
Balipost, Senin Kliwon, 7 April 2008
Kasinoman Desa
Patajuh Pawongan
Patajuh Bidang Pawongan: I Ketut Puje Astawa, S.AgMenata krama desa Pakraman Pedungan adalah tugas pria berkulit hitam ini, dengan berbekal pengetahuan keagamaan yang diperolehnya di Universitas Hindu Indonesia ini mampu ikut larut dalam kesibukan krama. Selain bertugas di Desa Pakraman, pria ini juga adalah staff andalan di KUD (Koperasi Unit Desa) Pedungan, siang bergerak di ekonomi kerakyatan, sorenya juga sibuk membantu istri tercintanya mengelola home-industri (membuat kembang rampai untuk persiapan yadnya)