18 Maret 2016
BERAKHIRNYA TUGAS PRAJURU 2011-2016
Maka pada hari Minggu 6 Maret 2016 prajuru Desa Pedungan tersebut mengikuti upacara Matur piuning karena sudah habis masa baktinya, kebetulan saat itu adalah hari Pemelastian Ida Betara ke Segara dan malamnya pukul 19.00 wita seluruh Ida Betara Kahyangan Tiga Pedungan melinggih di Bale Agung. Sehingga dihadapan Beliau prajuru desa Pedungan masa bakti 2011 - 2016 menghaturkan sembah baktinya dan sekaligus mapiuning bahwasanya masa bakti prajuru desa Pedungan telah berakhir.
24 Mei 2014
KEKHAWATIRAN DALAM PELAKSANAAN UU DESA 2014
era otonomi daerah gara-gara salah urus soal keuangan telah menyeret 525 bupati dan walikota berurusan dengan hukum. Semoga dalam penerapan UU Desa tahun 2104 ini tidak menimbulkan banyak korban sebagaimana UU Otonomi daerah. Astungkara
11 Mei 2014
Bali dalam Dilema UU Desa
- Tatap seperti kondisi saat ini , yaitu masih tetap ada Desa Dinas dan Desa Adat tanpa menentukan mana yang diatas mana yang di bawah, dan mengajukan usulan ke Pemerintah Pusat agar Desa Adat menjadi subyek hukum dan diberikan hak mengatur diri sendiri. Usulan tersebut harus diajukan ke pemerintah pusat sebelum PP disahkan.
- Menggabungkan Desa Adat dan Desa Dinas dengan mendaftarkan salah satu diantaranya.
- Memilih salah satu diantaranya sesuai dengan UU No.6 tahun 2014 tentang Desa.
“Dalam lontar Mpu Kuturan disebutkan bahwa Mpu Kuturan menyarankan pada Sang Raja Bali supaya agamalah yang dijadikan pegangan oleh Sang Raja dalam menata kehidupan Kerajaan. Dalam lontar Mpu Kuturan dinyatakan, "Desa Pakraman winangun dening sang catur varna manut lingin sang hyang aji". Artinya, Desa Pakraman dibangun oleh Sang Catur Varna berdasarkan ajaran kitab suci (agama Hindu). Maksudnya, "Atas kehendak Sang Catur Warnalah didirikan tempat pemujaan seperti Pura Bale Agung, Pura Puseh dan Pura Dalem di Desa Pakraman" (Bali Post, 28 September 2008).
- Pengertian Desa Adat dalam UU No. 6 tahun 2014 jangan disamakan dengan pengertian Desa Adat/Pakraman yang dipahami dan diyakini oleh masyarakat Adat Bali saat ini. Oleh sebab itu perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengingat Pengertian dan/atau filosofi Desa Adat/Pakraman dalam UU No.6 Tahun 2014 berbeda dengan pengertian dan/atau filosofi Desa Adat/Pakraman yang berlaku selama ini di Bali.
- UU Desa lebih pada keputusan politik. Sedangkan pengaturan Desa Adat/Pakraman di Bali terbentuk dari proses kesadaran, pengetahuan dan keyakinan secara turun temurun yang dilandasi oleh ajaran ketuhanan (Agama Hindu) yang memiliki demensi yang sangat luas.
- Jika negara mengabil alih peran dan hak otonomi asli Desa Adat/Pakraman, sama saja menghilangkan keaslian/kemurnian Desa Adat/Pakraman di Bali. Dan sangat diyakini desa dinas di Bali tidak akan mampu mengatur seluruh tatanan desa adat/pakraman. Dan sebaliknya Desa Adat/Pakraman pun tidak mengatur urusan kedinasan.
- Apabila UU No.6 Tahun 2014 tidak bisa diterapkan di Bali karena adanya berbagai resiko hukum, sosial dan budaya, maka sama saja Bali akan “memilih untuk tidak memilih” dalam artian tetap seperti keadaan sekarang (status qua).
- Harus diakui dalam hal kesejahteraan, warga Desa Adat/Pakraman di tingkat akar rumput masih banyak yang perlu di benahi. Namun kemartabatan, kemandirian dan penghormatan nilai, budaya dan agama di tengah masyarakat adat Bali jauh lebih penting dari sekedar uang transfer daerah seperti yang diatur dalam pasal 72 UU No. 6 Tahun 2014.
- Perlu dilakukan kajian lebih lanjut dan matang dalam merespon UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, mengingat warga desa adat/pakraman juga warga negara yang berada di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
- Penting untuk terus melakukan penguatan Desa Adat/Pakraman mengingat masih banyak hal yang harus dibenahi, termasuk soal kesejahteraan, pemahaman serta penghormatan dan perlindungan hak-hak masyarakat hukum adat.
11 Maret 2012
PARUM AGUNG DAN RAPAT LAPORAN TAHUNAN LPD
Alasan yang mendasari perbedaan hari pelaksanaan tersebut diuraikan oleh Jro Bendesa ( Drs. I Nyoman Sumantra) karena untuk materi Paruman Agung Desa Pakraman akan menyita banyak waktu dalam uraian dan pembahasannya ini karena dituntut oleh beberapa materi yang memang merupakan materi di desa Pedungan sendiri dan juga materi yang datang dari Pemkot Kota Denpasar untuk dibahas dalam parum.
Adapun materinya adalah:
- Penyampaian ucapan terimakasih dari Jro Bendesa kepada panitia/manggala karya atas terselenggaranya kegiatan Mecikang Pelawatan Sesuhunan di Pura Dalem Pakerisan.
- Demikian juga terimakasih kepada pihak banjar Kaja dan Banjar Pesanggaran yang telah sukses dalam menjalankan Upacara Ngatep pemargin pailehan Ngusabha Desa yang dilaksanakan di Pura Puseh dan Pura Desa.
- Rencana pelaksanaan pembangunan Bale Gong dijaba mandala atau dekat tembok bagian barat.
- Penjelasan mengenai Jadwal kegiatan Rutin tahun 2012 untuk pelaksanaan upacara seperti: Mecaru, Pamelastian, maupun upacara pujawali di Kahyangan Tiga serta di Pura Sarin Peken.
- Penjelasan mengenai adamya kegiatan yang berbarengan antara hari Nyepi dengan hari saat solat Jumatan bagi umat muslim .
- Penjelasan mengenai prosesi ogoh-ogoh dan langkah antisipasi pengamanan di desa Pedungan.
- Rencana pihak tim penilai ogoh-ogoh se kota Denpasar, yang akan memberi penilaian untuk daerah Denpasar Selatan adalah pada tanggal 15 Maret 2012.
- Penyampaian informasi tentang jadwal Nyepi yang akan dimulai dari pukul 06.00 wita hingga pukul 06.00 wita esok harinya.
- Sedangkan materi dari Laporan Tahunan 2011 LPD Desa Pakraman Pedungan disampaikan oleh Kepala LPD langsung yakni Bapak I Made Suardana, SE.
20 Oktober 2011
PAIKETAN PEMANGKU DESA PAKRAMAN PEDUNGAN
Pengelingsir : Jro Mangku Gede Kahyangan Tiga
Kelihan Ageng : Jro Mangku Gede I Ketut Widja
Kelihan Alitan :
- Jro Mangku I Made Mera
- Jro Mangku I Wayan Sudra
- Jro Mangku I Wayan Sukana
- Jro Mangku I Wayan Loka
19 Oktober 2011
PENATARAN PEMANGKU
27 Agustus 2011
BEBERAPA JENIS KEGIATAN DALAM PASRAMAN ANAK-ANAK DI DESA PEDUNGAN
04 Agustus 2011
PEWINTENAN KEGIATAN PASRAMAN KE - 6 DI DESA PAKRAMAN PEDUNGAN
Hari Minggu Kliwon, tanggal 31 Juli 2011 dilaksanakan Pewintenan bagi peserta Pasraman angkatan ke - 6 yang berlangsung di Jeroan Pura Dalem Pakerisan Desa Pakraman Pedungan. Hadir saat pewintenan ini dari pihak Kelurahan Pedungan yakni Bapak Lurah (plt), kepala Sekolah dari masing-masing pengirim peserta sekolah dasar di wilayah Desa Pakraman Pedungan, yakni SD No. 2; SD No. 5; SD No. 7; SD No. 10 dan SD No. 14 Pedungan. Pada saat pewintenan ini dijelaskan pula oleh Jro Bendesa kepada pihak siswa peserta pasraman, bahwa kegiatan pasraman sangat bermanfaat sekali, hal ini terungkap oleh laporan dari orang tua siswa peserta pasraman terdahulu (lima angkatan: 2006 s/d 2010). Dan ini berarti program pemerintah Provinsi yang mendanai kegiatan ini berjalan sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) yang dikeluarkan oleh pemprov Bali. Untuk itu bagi peserta pasraman tahun 2011 ini yang jumlah pesertanya sebanyak 60 siswa, diharapkan agar mengikuti kegiatan pasraman ini secara tekun tertib dan serius, untuk kemudian hasilnya agar diberitahukan kepada teman-teman sekolahnya yang lain yang belum mendapat kesempatan dalam kegiatan pasraman ini.
24 Juli 2011
PARUM TIGANG SASIH PAH II WARSA 2011
Wantah pidabdab sane sampun katah mamargi ring i prajuru desa, inggih punika ngemargiang
paruman tigang asasih apisan. Sane mangkin kamargiang Parum Tigang Sasih II warsa 2011, acara puniki kemargiang rahina Anggara 19 Juli 2011 ring kantor LPD Desa Pakraman Pedungan Jalan Pulau Belitung no 36 Denpasar Selatan.
Acara sane memargi manut sewala patra, inggih punika:
- Laporan penelasan jinah druen Desa tigang sasih sane sampun lintang
- Pidabdab nyanggra piodalan ring Kahyangan Tiga sane jagi rauh
- Pidabdab nyanggra evaluasi pembinaan Kelembagaan Desa Pakraman sane jagi rauh, lan sane siosan.
03 Mei 2011
Melaspas Padmasana dan Ngenteg Linggih di SMP Dharma Wiweka
Satu-satunya Sekolah Menengah Pertama yang dimiliki oleh Desa Pedungan yakni SMP Dharma Wiweka yang berlokasi di wilayah Banjar Dukuh Pesirahan Desa Pakrama Pedungan. Perhatian pemerintah terhadap SMP swasta di Pedungan ini cukup intens, ini terbukti dari bantuan-bantuan yang telah diberikan dalam bentuk pembangunan fisik sekolah ini. Tahun ini 2011, SMP Dharma Wiweka mendapat bantuan Gedung Baru dari pemerintah dan untuk upacara pemelaspasan Gedung ini bersamaan dengan pemlaspasan Pelinggih Padmasana yang ada di Parhyangan Sekolah. Dalam rangkaian tersebut beberapa Prajuru Desa Pakraman Pedungan hadir menyaksikan acara upacara pemlaspasan dan Ngenteg linggih ini.
NUNAS PEKULUH KE PURA WATU KLOTOK
Ulat bulu sempat meresahkan warga Bali sejak beberapa pekan lalu. Mulai dari Buleleng, Badung, Klungkung dan hampir semua kabupaten/kota. Untuk menghentikan penyebaran ulat bulu dan meminimalisir kerugian yang dialami warga, digelar Tawur Balik Sumpah, Pakelem lan Nangluk Merana Ulat Bulu di Pura Watu Klotok, Minggu (1/5) kemarin.
Upacara ini dimaksudkan untuk nyomya ulat bulu tersebut secara niskala. Intinya, upacara ini digelar untuk menyejahterakan jagat Bali, kata Sekretaris Panitia Karya, Pinandita Ketut Arsa Wijaya.
Rangkaian upacara sudah digelar sejak Kamis (28/4) lalu di Pantai Padang Galak, Sanur, Denpasar dengan upacara ngaben ulat bulu. Selanjutnya, Sabtu (30/4) lalu dengan nunas tirta di seluruh Sad Khayangan di Bali. Tirta-tirta itulah yang kemudian dibagikan kepada seluruh warga Bali saat upacara di Pura Watu Klotok kemarin. Tirta itu untuk dipercikkan di rumah, kebun atau tegalan.
Dikatakan, berdasarkan lontar Roga Sanghara Bumi, upacara seperti itu wajib digelar sebelum satu bulan sejak merana (ulat bulu) itu datang. Jika tidak digelar, merana yang datang bisa lebih parah, seperti air bah. Tawur Balik Sumpah, Pakelem lan Nangluk Merana di Pura Watu Klotok dipuput sembilan sulinggih. Salah satunya Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba. Dihadiri Pejabat Pemprov Bali, Bupati Klungkung, Wayan Candra dan perwakilan dari kabupaten/kota se-Bali.
Di sela-sela upacara, dilakukan pakelem. Namun, pakelem tak dilakukan di Pantai Watu Klotok, melainkan di Pantai Kusamba. Beberapa sarana pakelem di antaranya, kambing, bebek, ayam dan lainnya. (kmb20)
sumber berita: klik disini
Dalam rangkaian upacara tersebut maka prajuru Desa Pakraman Pedungan berangkat ke Pura Watu Klotok untuk nunas Pakuluh (Tirta) guna dibagikan kepada krama desa pedungan pada Redite 1 Mei 2011.
20 April 2011
TANGKIL KE PURA SAMUAN TIGA
Sesuai undangan dari Panitia Karya Pura Samuan Tiga yang ditujukan kepada Desa Pakraman Pedungan untuk ikut matur sembah bakti dan sekaligus untuk menunjukkan bakti melalui punia dalam rangkaian Karya di Pura Samuan Tiga Kabupaten Gianyar. Prajuru Desa lan Kepala LPD berangkat ke Pura dimaksud guna memenuhi undangan tersebut. Karena untuk kali pertama maturan bakti dalam suatu rangkaian karya, maka prajuru dan Kepala LPD belum mengetahui secara pasti prosesi persembahyangan di Pura ini, semestinya ada proses awal untuk matur sembah di Pura Taman kemudian dilanjutkan ke tempat lainnya baru terakhir menuju Pesamuan, rombongan dari Desa Pakraman Pedungan ini langsung menuju ke Pesamuan. Namun oleh Manggala Karya dimaklumi adanya hal tersebut, dan dalam kesempatan tersebut rombongan ini diantar oleh salah satu manggala untuk memasuki halaman Jeroan utama Pura Samuan Tiga Bedulu Gianyar, kemudian sempat pula diberikan boga amatra (nunas pica ida betara) disebelah timur Jeroan utama. Terakhir sebelum mepamit dari Pura, rombongan menuju stand panitia penerima Punia.
27 Maret 2011
KARYA AGUNG RING PURA AGUNG GUNUNG RAUNG
SESAMPUN PUPUT MAHAYU MAKA SAMI/ RAUHING PENYENGKER LAN CANDI/ PENGEMPON PURA KAHYANGAN JAGAT PURA AGUNG GUNUNG RAUNG DESA TARO GIANYAR PACANG NGELAKSANAYANG KARYA AGUNG PANCAWALIKRAMA PANYEGJEG JAGAT RING PURA IRIKA// KARYA SANE PACANG KELAKSANAYANG RING TANGGAL TIGANGLIKUR MARET WARSA KALIH TALI SOLAS PUNIKA PACANG NGAMBIL PAMARGI UTAMA// SAPUNIKA KAUNINGAYANG OLIH PRAWARTAKA KARYA RING GEDUNG PERS BALI KETUT NADHA// .
KELIAN ADAT TARO NYOMAN TUNJUNG SANE TALER KAABIH OLIH PENGURUS SANE LIANAN MAOSANG/ KARYA AGUNG PANCAWALIKRAMA PANYEGJEG JAGAT/ WANTAH KARYA SAJRONING MARIPURNAYANG PAMAHAYU SEKATAH PELINGGIH RING PURA KAHYANGAN JAGAT GUNUNG RAUNG/ BILIH-BILIH PURA PUNIKI SAMPUN SAKING SUWE NENTEN NGELAKSANAYANG KARYA AGENG// KARYA SANE PACANG KELAKSANAYANG NGAMBIL PAMARGI UTAMANING UTAMA / TUR KETARKA SAJRONING YADNYA PUNIKA PACANG MUATANG KEBO NEMBELAS UKUD/ MANJANGAN AUKUD/ KIDANG AUKUD/ KAMBING SAWATARA SELAE UKUD/ MIWAH SANE LIANAN// SANTUKAN PAMARGIN KARYA SANE AKEH PISAN MUATANG TENAGA / SARANA LAN PRASARANA RAUHING PREBEYA/ INGGIAN MATERIAL YADIAN NON MATERIAL/ WANTUAN UMATE SAMI BANGET KABUATANG// WANTUAN PUNIA PRESIDA KATURANG MEJALARAN DOMPET DANA PUNIA BALI POST UTAWI MEJALARAN REKENING DESA PEKRAMAN TARO KAJA RING BANK BPD/ ANTUK REKENING NOMOR KOSONG SEMBILAN SATU KOSONG DUA KOSONG DUA KOSONG DELAPAN DELAPAN TIGA SEMBILAN TITIK SATU (091 02.02.08839-1) ATAS NAMA DESA PEKRAMAN TARO KAJA UTAWI I MADE WISERSA//
MANUT SEJARAH/ PURA KAHYANGAN JAGAT PURA AGUNG GUNUNG RAUNG DESA TARO GIANYAR KAWANGUN OLIH IDA RSI MARKANDIA// SANE KEASTAWA RING PURA IRIKA WANTAH IDA BETARA SIWA// SANE RIHIN PURA AGUNG GUNUNG RAUNG/ PINAKA PUSER SPIRITUAL RING BALI SANE KAPERTAMA/ MEH MEHAN SEDURUNG MASA PEMERINTAHAN// NANGING SELANTURNYANE KAGINGSIRANG KE BESAKIH// KACERITAYANG RIKALA RSI MARKANDIA NGWENTENANG KARYA RING PURA AGUNG GUNUNG RAUNG/ IDA KIRANGAN LEMBU MALIH KALIH UKUD// IDA NUNAS MAJENG IDA SANG HYANG WIDHI/ RARIS DEWA SIWA NGICENIN LEMBU LUWA MUANI KALIH UKUD// NGANTOS MANGKIN LEMBU PUNIKA KANTUN KASUNGSUNG KAWERDIANG/ SAHA KATENGETANG// KAGUNAN LEMBU PUNIKI SAJRONING NYANGKEPIN SARANA UPACARA RING PURA/ AGENG PISAN/ SEMALIHA NGANTOS SUSUNNYANE TALER PINAKA PIRANTI UPACARA// NENTEN JA RING BALI KEMANTEN/ KARYA AGENG RING LOMBOK TALER MUATANG SUSU UTAWI EMPEHAN IDA SESUHUNAN SANE MARUPA LEMBU/ PAMEKASNYANE RIKALA MEPURWA DAKSINA//
JENI ARIANTINI LAN GUS NGURAH BALI TV
Berita di: http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=29&id=49222 memberitakan hal berikut ini:
Minggu (13/3) kemarin, ribuan krama desa pekraman Amunduk Taro, Kecamatan
Tegallalang, Gianyar memadati Pantai Purnama, Kecamatan Sukawati, Gianyar.
Ribuan orang dengan berpakaian adat Bali terlihat sejak pagi memadati
pantai untuk mengikuti prosesi melasti serangkaian Karya Panca Wali Krama
Penyegjeg Jagat di Pura Agung Gunung Raung. Disisi lain, prosesi melasti
bagi masyarakat amunduk taro merupakan prosesi yang jarang dilakukan
sebagaimana desa lainnya di Bali.
Terakhir, kegiatan melasti dilakukan sekitar 18 tahun yang lalu. Ketika
itu jagat amunduk Taro mengalami kecuntakaan. Melasti hanya dilakukan
ketika ada prosesi balik sumpah dan kasus manak salah, yang bertujuan
mengembalikan kesucian wewidangan Desa akibat kecuntakaan. Seperti kasus
manak salah. Upacara melasti yang juga menyertakan puluhan tapakan dan
ngiring Ida Bhatara amunduk Taro, dilakukan setelah tiga bulan bayi
tersebut lahir. Upacara melasti pun dilakukan tiga hari sebelum bulan
purnama. Dan, tepat pada bulan rahinan Purnama dilaksanakan puncak upacara
prayascita. Dengan demikian, upacara melasti yang dilakukan masyarakat
amunduk Taro dapat dikatakan ketika jagat amunduk Taro mengalami
kebrebehan. Sehingga waktu kegiatan melasti tidak menentu.
Akan tetapi, melasti yang diselenggarakan Minggu pagi kemarin, merupakan
upacara melasti dalam rangkaian karya agung di Pura Agung Gunung Raung,
jelas Bendesa Taro sekaligus Manggala Karya, I Made Wisersa.
Persiapan melasti ke Pantai Purnama dilakukan mulai pukul 07.00 wita.
Ratusan kendaraan beriringan menuju pantai Purnama, dengan menggunakan
jalur, Payangan, Batubulan, Tohpati dan jalan IB Mantra. Karena melibatkan
ratusan kendaraan membuat arus lalin sedikit terganggu. Pukul 12.00 wita,
seluruh iring-iringan melasti tiba di Pantai Purnama. Prosesi upacara
melasti dilakukan dengan upacara tawur agung serta mepakelem di pantai
dengan menggunakan sarana binatang kebo, kambing, bebek selem dan ayam
selem ke tengah laut.
Upacara dipuput tujuh pedanda, diantaranya Ida Pedanda Gede Putra Tembau
Geria Aan (Klungkung), Ida Pedanda Gede Manuaba Griya Peling Padang Tegal,
Ida Pedanda Gede Jelantik Griya Bitra Baleran, Ida Pedanda Kutri, Ida
Pedanda Gede Putu Manuaba Griya Beng, dan Ida Pedanda Budha Gunung Sari.
Sementara, dalam perjalanan menuju Pura, rombongan melasti mengambil jalur
Sukawati, Peliatan, Tegalallang, Payangan. Ida Bhatara Gunung Raung sempat
memasar di Pasar Tegallalang, sebelum akhirnya ke kembali ke Pura.
Sesampainya di Pura, Ida Bhatara dihaturkan prosesi mendak saking Segara
yang dipuput Ida Pedanda Jungutang Padang Tegal. Seluruh rangkaian malasti
mengambil waktu seharian. Setelah ida Bhatara melinggih, upacara dipuput
Ida Pedanda Griya Bresela. (dar)
LPD Desa Pakraman Pedungan Tangkil ke Pura Agung Gunung Raung

yang ditata di sekeliling tembok penyengker Pura

Kahyangan Jagat Pura Agung Gunung Raung di desa Amunduk Taro Tegalalang Gianyar telah melaksanakan KARYA AGUNG PANCAWALIKRAMA PANYEGJEG JAGAT pada 23 Maret 2011 lalu, dalam rangkaian upacara tersebut pihak LPD Desa Pakraman Pedungan tangkil bersama seluruh karyawannya serta pemangku Desa dan Prajuru Desa menuju ke Pura Agung Gunung Raung untuk bersama-sama menghaturkan sembah baktinya kehadapan Ida Sanghyang Widhiwasa, serta memohon kerahayuan Jagat.
PERGANTIAN PRAJURU BARU
Jro Bendesa : Drs. I Nyoman Sumantra
Penyarikan : I Nyoman Subaga
Patengen : Drs. I Gusti Putu Loka
Petajuh:
Parhyangan : I Nyoman Jiwa Pande, S.Sos
Pawongan : I Made Badra
Palemahan : Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg
Kesinoman : I Made Suardana, SE
Asapunika kawentenan pergantian Prajuru Anyar sane sampun memargi, lan sampun kajantenan olih kelian banjar sajebag desa Pakraman Pedungan.
16 Maret 2011
Warga Br. Puseh Pedungan Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis

Berikut ini adalah berita kesehatan bagi krama desa Pedungan yang pelaksanaannya di pusatkan di Banjar Puseh, peliputannya dilakukan oleh pihak Walikota yang telah dientry ke web/situs kota denpasar.
Safari Kesehatan yang rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar dengan memberikan pelayanan kesehatan secara gratis terus menyasar Banjar-banjar di empat Kecamatan di Kota Denpasar. Seperti yang dilaksanakan, Senin (14/3) di Balai Br. Puseh Kelurahan Pedungan, ratusan warga Br. Puseh terlayani dalam safari kesehatan ini.Pelayanan kesahatan yang diberikan meliputi pemeriksaan mata secara gratis serta mendata penderita katarak yang nantinya akan diberikan pelayanan operasi secara gratis. “dari hasil pemeriksaan mata yang dilaksanakan disetiap safari kesehatan, jika menemukan masyarakat yang menderita katarak nantinya akan dilakukan operasi secara gratis,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini yang ditemui disela-sela kegiatan safari kesehatan. (pur)
Prajuru Desa Pedungan ikut dalam acara Simakrama Desa Pakraman se-Bali
Berikut ini berita peliputan acara yang dipublikasikan oleh Balipost, pada hari Kamis 17 Maret 2011:
Gubernur Bali Prihatin Munculnya Konflik Antarbanjar
GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengaku prihatin dengan munculnya sejumlah konflik antarbanjar yang terjadi belakangan ini. Untuk itu, Bendesa Adat dan Majelis Desa Pakraman (MDP) diharapkan dapat melakukan langkah antisipasi untuk mencegah timbulnya konflik yang berbau adat. Harapan itu disampaikan Gubernur Mangku Pastika dalam Simakrama Desa Pakraman se-Bali yang dirangkaikan dengan Dharma Shanti Nyepi dan Peringatan 7 Tahun MDP di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali, Rabu (16/3) kemarin.
Ia berharap MDP Bali melakukan inventarisasi potensi permasalahan di tingkat desa adat sekaligus mengantisipasinya dengan langkah-langkah tepat. Terhadap permasalahan yang sudah muncul, diharapkan agar ditangani melalui mediasi yang menguntungkan semua pihak. ''Peran inilah yang harus dijalankan secara optimal oleh MDP sehingga tidak muncul kasus yang meresahkan masyarakat,'' katanya.
Memasuki usia tujuh tahun, Mangku Pastika menilai MDP telah berperan penting dan berkontribusi besar dalam pembangunan. Sebagai partner pemerintah daerah, MDP tidak hanya berkewajiban memberikan masukan dan pertimbangan. Namun, juga mengawal kebijakan pemerintah daerah. ''Dalam memantapkan eksistensi desa pakraman, saya berharap seluruh jajaran MDP dan Bandesa Desa Pakraman se-Bali selalu mulat sarira, mengevaluasi program dan kegiatan yang telah dilaksanakan,'' katanya.
Ia pun menyambut baik penyelenggaraan Simakrama Desa Pakraman se-Bali. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan komunikasi dan koordinasi antarbendesa adat.
Pada acara dihadiri oleh bendesa adat se-Bali, jajaran MUDP, pengurus LPD se-Bali dan tokoh adat itu, Gubernur Mangku Pastika kembali mengingatkan dampak globalisasi. Ditegaskan, keberadaan desa pakraman dan lembaga tradisional lainnya merupakan benteng adat dan budaya Bali dalam menghadapi derasnya dampak negatif era globalisasi. Pemerintah daerah berkewajiban melibatkan lembaga-lembaga tradisional, terutama desa pakraman dalam pembangunan daerah, secara optimal tetapi tetap proporsional. ''Melalui kesempatan ini, saya mengajak jajaran MDP, Bendesa Adat se-Bali, tokoh-tokoh adat dan para pengurus LPD untuk bersama-sama melaksanakan linggih dan sesana untuk ngayah melestarikan adat dan budaya Bali,'' tegasnya. (ian)




