Desa Pakraman Pedungan memiliki pengurus yang telah di pilih pada Sabtu, 26 Maret 2011. Dengan susunan pengurus sebagai berikut: Bendesa :Drs. I Nyoman Sumantra; Penyarikan: I Nyoman Subaga ; Patengen: I Gusti Putu Loka; ; Patajuh Parhyangan : I Nyoman Jiwa Pande, S.Sos; Patajuh Pawongan : I Made Badra; Patajuh Palemahan : Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg; Kasinoman: I Made Suardana, SE
Foto Upakara Jerimpen persembahan krama desa yang ditata di sekeliling tembok penyengker Pura
Barong yang terbuat dari susunan buah dan Padi karya persembahan krama desa Amunduk Taro
Maturan Punia ring Pura Agung Gunung Raung
Sampun wusan matur sembah jaga mapamit
Ngelungsur aturan ring Jaba Pura Puseh Desa Keliki
Ngelungsur aturan ring Jaba Pura Puseh Desa Keliki
Kahyangan Jagat Pura Agung Gunung Raung di desa Amunduk Taro Tegalalang Gianyar telah melaksanakan KARYA AGUNG PANCAWALIKRAMA PANYEGJEG JAGAT pada 23 Maret 2011 lalu, dalam rangkaian upacara tersebut pihak LPD Desa Pakraman Pedungan tangkil bersama seluruh karyawannya serta pemangku Desa dan Prajuru Desa menuju ke Pura Agung Gunung Raung untuk bersama-sama menghaturkan sembah baktinya kehadapan Ida Sanghyang Widhiwasa, serta memohon kerahayuan Jagat.
Sakadi panumaya sane sampun kajantenang ring Parum Agung Desa sane kamargiang asasih lintang. Rahina Saniscara 26 Maret 2011 kawentenang Parum Prajuru Desa ring Gedung LPD Jalan Belitung, unteng parum sakadi sane sampun-sampun lintang inggih punika: laporan keuangan utawi jineh druwen desa, laporan pembangunan sane sampun memargi, rencana-rencana sane jaga kemargiang ring sasih sane jaga rawuh lan wenten taler sane mabuat pisan ring paruman puniki, inggih punika indik jaga ngadegang prajuru sane anyar. Manut sakadi parum agung sane sampun lintang Jro Bendesa sane lami wantah malih ka adegang dados Jro Bendesa, sane patut kapilih wantah petajuh Bendesane kemawon. Mungguwing asapunika Jro Bendesa mikayunin mangde wenten Formatur sane jaga mutusang Petajuh Anyar. Kelian Banjar saking Banjar Karangsuwung, banjar Kaja, banjar Ambengan lan banjar Begawan sane nyarengin Jro Bendesa dados Formatur punika. Risampune formatur polih meligbagang indik milih petajuh, Kelian banjar Ambengan sane ngawetuang utawi ngojar petajuh sane kasudi jaga ngaturang ayah selami limang warsa sane jaga rawuh. Petajuh sane kagentosang inggih punika petajuh lami I Ketut Puje Astawa, S.Ag lan Patengen Drs. I Wayan Budiasa, M.Si. Ipun makakalih sangkaning madruwe pakryan sane mabuat ring soang-soangnyane purun kagentosin olih I Made Badra (saking banjar Pesanggaran) lan I Nyoman Subaga (kelian saking banjar Kaja), prajuru sane tyosan kantun malih kaanggehang ngaturang ayah-ayahane. Dadosnyane Prajuru Desa sane jaga ngaturang ayah limang warsa punika, sakadi ring sor:
Jro Bendesa : Drs. I Nyoman Sumantra Penyarikan : I Nyoman Subaga Patengen : Drs. I Gusti Putu Loka Petajuh: Parhyangan : I Nyoman Jiwa Pande, S.Sos Pawongan : I Made Badra Palemahan : Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg Kesinoman : I Made Suardana, SE Asapunika kawentenan pergantian Prajuru Anyar sane sampun memargi, lan sampun kajantenan olih kelian banjar sajebag desa Pakraman Pedungan.
Berikut ini adalah berita kesehatan bagi krama desa Pedungan yang pelaksanaannya di pusatkan di Banjar Puseh, peliputannya dilakukan oleh pihak Walikota yang telah dientry ke web/situs kota denpasar. Safari Kesehatan yang rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar dengan memberikan pelayanan kesehatan secara gratis terus menyasar Banjar-banjar di empat Kecamatan di Kota Denpasar. Seperti yang dilaksanakan, Senin (14/3) di Balai Br. Puseh Kelurahan Pedungan, ratusan warga Br. Puseh terlayani dalam safari kesehatan ini.Pelayanan kesahatan yang diberikan meliputi pemeriksaan mata secara gratis serta mendata penderita katarak yang nantinya akan diberikan pelayanan operasi secara gratis. “dari hasil pemeriksaan mata yang dilaksanakan disetiap safari kesehatan, jika menemukan masyarakat yang menderita katarak nantinya akan dilakukan operasi secara gratis,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini yang ditemui disela-sela kegiatan safari kesehatan. (pur)
Foto 1: Prajuru Desa tengah menunggu acara dimulai hujan turun rintik2
Foto 2: Prajuru dan Pengurus LPD menikmati snack + makan di luar Gedung Arda Candra
Foto 3: Di depan pintu pun penuh oleh peserta simakrama
Foto 4 : Peserta di Ksirarnawa Penuh sesak
Dalam Simakrama Desa Pakraman se-Bali yang dirangkaikan dengan Dharma Shanti Nyepi dan Peringatan 7 Tahun MDP di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali, Rabu (16/3) kemarin. Prajuru Desa Pedungan bersama-sama dengan Pengurus LPD Desa Pakraman Pedungan mengikuti acara ini dengan seriussejak awal hingga berakhir. Rencana awal yang pelaksanaannya hendak dilangsungkan di Ardha Candra atau gedung terbuka, namun pertimbangan hujan sempat turun dan dikhawatirkan akan turun hujan selanjutnya, maka acara dipindah ke Gedung Ksirarnawa. Sehingga hal itu menyebabkan Gedung Ksirarnawa punuh membludak, sebagian besar peserta simakrama kali ini berada dihalaman luar Gedung Ksirarnawa. Sebab kapasistas Gedung Ksirarnawa hanya mampu menampung 400-an orang, sedangkan undangan untuk menghadiri simakrama yang baru pertamakali diadakan ini adalah 8000 jiwa. Ini pula menyebabkan hampir sebagiannya peserta pulang sebelum waktunya akhir acara.
Berikut ini berita peliputan acara yang dipublikasikan oleh Balipost, pada hari Kamis 17 Maret 2011:
Gubernur Bali Prihatin Munculnya Konflik Antarbanjar
GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengaku prihatin dengan munculnya sejumlah konflik antarbanjar yang terjadi belakangan ini. Untuk itu, Bendesa Adat dan Majelis Desa Pakraman (MDP) diharapkan dapat melakukan langkah antisipasi untuk mencegah timbulnya konflik yang berbau adat. Harapan itu disampaikan Gubernur Mangku Pastika dalam Simakrama Desa Pakraman se-Bali yang dirangkaikan dengan Dharma Shanti Nyepi dan Peringatan 7 Tahun MDP di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali, Rabu (16/3) kemarin.
Ia berharap MDP Bali melakukan inventarisasi potensi permasalahan di tingkat desa adat sekaligus mengantisipasinya dengan langkah-langkah tepat. Terhadap permasalahan yang sudah muncul, diharapkan agar ditangani melalui mediasi yang menguntungkan semua pihak. ''Peran inilah yang harus dijalankan secara optimal oleh MDP sehingga tidak muncul kasus yang meresahkan masyarakat,'' katanya.
Memasuki usia tujuh tahun, Mangku Pastika menilai MDP telah berperan penting dan berkontribusi besar dalam pembangunan. Sebagai partner pemerintah daerah, MDP tidak hanya berkewajiban memberikan masukan dan pertimbangan. Namun, juga mengawal kebijakan pemerintah daerah. ''Dalam memantapkan eksistensi desa pakraman, saya berharap seluruh jajaran MDP dan Bandesa Desa Pakraman se-Bali selalu mulat sarira, mengevaluasi program dan kegiatan yang telah dilaksanakan,'' katanya.
Ia pun menyambut baik penyelenggaraan Simakrama Desa Pakraman se-Bali. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan komunikasi dan koordinasi antarbendesa adat.
Pada acara dihadiri oleh bendesa adat se-Bali, jajaran MUDP, pengurus LPD se-Bali dan tokoh adat itu, Gubernur Mangku Pastika kembali mengingatkan dampak globalisasi. Ditegaskan, keberadaan desa pakraman dan lembaga tradisional lainnya merupakan benteng adat dan budaya Bali dalam menghadapi derasnya dampak negatif era globalisasi. Pemerintah daerah berkewajiban melibatkan lembaga-lembaga tradisional, terutama desa pakraman dalam pembangunan daerah, secara optimal tetapi tetap proporsional. ''Melalui kesempatan ini, saya mengajak jajaran MDP, Bendesa Adat se-Bali, tokoh-tokoh adat dan para pengurus LPD untuk bersama-sama melaksanakan linggih dan sesana untuk ngayah melestarikan adat dan budaya Bali,'' tegasnya. (ian)
Sejalan dengan waktu yang telah merangkak 5 (lima) tahun sejak Prajuru Desa di lantik (pengurus yang telah di Adiksa Widhi lan Abiseka /dilantik pada Soma, 19 Desember 2005) maka semestinya pada bulan desember 2010 masa kerja Prajuru Desa di bawah kepemimpinan Drs. I Nyoman Sumantra telah berakhir. Namun dikarenakan adanya program besar (Ngusabha Desa) yang belum selesai digarap maka masa kerja dilanjutkan guna lancarnya Karya agung tersebut. Dalam paruman agung desa yang dilaksanakan pada hari minggu 13 Februari 2011 bertempat di Wantilan Pura Desa, dicetuskanlah hal ini oleh Jro Bendesa, yang ternyata mendapat sambutan dari beberapa kalangan. Ada yang mengusulkan agar pemilihan prajuru desa dipending dulu, mengingat tugas kedepan yakni penyelenggaraan Melasti belum dituntaskan, artinya setelah hari Raya Nyepi baru diadakan pemilihan prajuru desa. Yang lainnya berpendapat sebaiknya tidak perlu lagi diadakan pemilihan prajuru desa lagi, karena prajuru desa ini telah mampu menunjukkan kinerja yang bagus. Sedangkan ada juga yang mengusulkan agar mengenai pemilihan prajuru ditunda dulu dan untuk proses pemilihannya agar diserahkan kepada LPM untuk mengkondisikannya. Tentunya ada pendapat-pendapat lainnya yang cukup menarik buat dibentangkan guna melihat cara pandang para tokoh masyarakat Pedungan yang tengah mengadakan Paruman Agung dipagi yang cerah ini. Namun nampaknya beberapa pendapat tersebut sudah cukup merepresentasikan harapan, keinginan maupun ambisi-ambisi yang menyeruak dikepala masing-masing. Yang jelas dalam pandangan akhir diputuskan secara aklamasi oleh para kelian banjar bahwa untuk periode selanjutnya Jro Bendesa lama ditetapkan kembali sebagai Jro Bendesa dalam rentang waktu lima tahun ke depan. Tentunya dengan catatan bahwa pembantu-pembantu beliau akan dilakukan pemilihan ulang, yang akan dilaksanakan setelah hari raya Nyepi mendatang.
Ritepengan warsa anyar 2011, ring rahina saniscara 29 Januari kawentenang paruman desa pah pat (4) sane kalaksanayang ring Kantor LPD ring Jalan Pulau Belitung lantai 3. Paruman puniki kasarengin olih pemangku kahyangan tiga, bapak lurah, ketua LPM (merangkap dados klian banjar pitik), para klian banjar sajebag desa pedungan lan para prajuru desa Pakraman Desa Pedungan. Unteng bawos ring parum pah 4 puniki, inggih punika: Laporan kawentenan jinah desa sane memargi selami kalih sasih (november lan desember 2010), sasih oktober 2010 sampun kalaporang ring parum pah tiga lintang; Laporan awal pemargi jinah ring karya agung Pangusabha Desa sane sampun memargi (nanging karyane durung mewasta puput, santukan ring 11 Februari 2011 kantun wenten karya sane kabawos nugtug bulan pitungdina karya); Rencana kerja sane jaga rawuh; Lan pariindikan desa pedungan jaga siaga ngemargiang Pembinaan utawi lomba Desa tingkat Kota Denpasar.